Penutupan Bandara Riyadh hingga 17 Oktober 2026

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 13 Oktober 2026, 12:20:33

Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober 2026, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan dan Perjalanan Umrah Terdampak

Bandara Internasional King Khalid Saat Senja.png

RIYADH, ARAB SAUDI — Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada operasional penerbangan internasional. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, memperpanjang penghentian operasional menyusul serangkaian serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman.

Berdasarkan laporan Reuters pada 12 Oktober 2026, penutupan bandara diperpanjang hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 21.00 GMT atau Minggu, 18 Oktober pukul 00.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kesiapan fasilitas bandara sebelum operasional kembali dibuka. Jadwal tersebut tetap dapat berubah mengikuti keputusan otoritas setempat.

Sejumlah Maskapai Membatalkan Penerbangan

Penutupan bandara di Riyadh memicu pembatalan dan penyesuaian jadwal penerbangan dari berbagai maskapai internasional. Beberapa maskapai yang dilaporkan terdampak antara lain Lufthansa, Air France-KLM, Etihad Airways, dan Qatar Airways.

Maskapai Riyadh Air juga mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan pada 12 dan 13 Oktober, termasuk rute Riyadh–Jeddah, Riyadh–Dubai, Riyadh–London, Riyadh–Kairo, serta beberapa tujuan internasional lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan penerbangan tidak hanya memengaruhi perjalanan menuju Riyadh, tetapi juga dapat berdampak pada penumpang yang menggunakan penerbangan lanjutan melalui hub internasional tertentu.

Bagaimana Dampaknya terhadap Perjalanan Umrah dari Indonesia?

Bagi masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan ibadah umrah, perkembangan ini perlu diperhatikan, terutama oleh jemaah yang menggunakan penerbangan transit.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dampak insiden keamanan di Riyadh. Berdasarkan pemantauan pada 12 Oktober 2026, sejumlah penerbangan transit yang terhubung dengan Riyadh mengalami pembatalan, perubahan rute, maupun penyesuaian perjalanan penumpang.

Di sisi lain, laporan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13 Oktober menyebutkan bahwa penerbangan langsung dari Indonesia menuju Jeddah dan Madinah masih berjalan normal. Pembatalan yang teridentifikasi antara lain melibatkan penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Jeddah dan Riyadh.

Dengan demikian, jemaah umrah tidak perlu langsung menganggap seluruh perjalanan ke Arab Saudi dibatalkan. Dampaknya bergantung pada maskapai, rute, bandara transit, dan jadwal keberangkatan masing-masing.

Imbauan bagi Calon Jemaah Umrah

Calon jemaah yang memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat disarankan untuk melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Konfirmasi kepada pihak travel. Pastikan jadwal keberangkatan, nomor penerbangan, serta status tiket melalui biro perjalanan yang menangani perjalanan.

  2. Periksa rute penerbangan. Perhatikan apakah perjalanan menggunakan penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah, atau melalui transit di Riyadh maupun kota lain yang terdampak.

  3. Pantau informasi resmi maskapai. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi keamanan dan keputusan otoritas penerbangan.

  4. Jangan berangkat ke bandara tanpa konfirmasi. Jika penerbangan dinyatakan batal atau ditangguhkan, ikuti petunjuk resmi maskapai dan biro perjalanan.

  5. Simpan dokumen perjalanan. Simpan tiket, bukti pembayaran, paspor, visa, serta komunikasi mengenai perubahan jadwal untuk mempermudah proses penjadwalan ulang atau pengajuan pengembalian dana jika memenuhi ketentuan.

Al Haramain Jaya Wisata: Utamakan Informasi dan Kepastian Perjalanan

Dalam situasi penerbangan yang tidak menentu, komunikasi antara biro perjalanan dan jemaah menjadi sangat penting. Informasi mengenai jadwal keberangkatan, perubahan rute, serta alternatif penerbangan harus disampaikan secara jelas berdasarkan konfirmasi dari maskapai dan pihak terkait.

Calon jemaah juga disarankan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Setiap perjalanan memiliki kondisi berbeda, sehingga status penerbangan perlu diperiksa secara individual.

Al Haramain Jaya Wisata mengimbau calon jemaah dan keluarga untuk tetap tenang, memantau perkembangan terbaru, serta memastikan informasi perjalanan melalui saluran komunikasi resmi biro perjalanan masing-masing.

Kesimpulan: Penutupan Bandara Riyadh merupakan gangguan serius bagi penerbangan yang berkaitan dengan kota tersebut. Namun, kondisi ini tidak serta-merta berarti seluruh penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi atau seluruh perjalanan umrah dibatalkan. Kepastian perjalanan harus mengacu pada informasi terbaru dari maskapai, otoritas penerbangan, dan penyelenggara perjalanan.

Sumber informasi: Reuters, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, dan informasi operasional Riyadh Air, per 12–13 Oktober 2026.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id